Skip to main content

Posts

Saya dan Pengabdian Masyarakat

Halo. Pada kesempatan kali ini saya mau cerita singkat terkait pengabdian masyarakat. Sebelumnya, mungkin bahasa saya di post ini berantakan karena saya nyambi  ngerjain tugas kuliah. Pengabdian masyarakat pasti sudah nggak asing lagi di telinga teman-teman mahasiswa sebab menjadi salah satu poin di dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tri Dharma Perguruan Tinggi ini bisa dibilang sebagai sebuah visi perguruan tinggi (secara umum) di Indonesia. Sekilas info aja, ada tiga poin yang tercantum di Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu: - Pendidikan dan pengajaran, - Penelitian dan pengembangan, - Pengabdian kepada masyarakat Nah, Tri Dharma Perguruan Tinggi bukan hanya menjadi kewajiban mahasiswa seorang saja, tetapi juga dosen dan seluruh civitas akademik lainnya. Intinya, tiga poin tersebut menjadi tanggung jawab seluruh elemen yang ada di perguruan tinggi. Kembali ke topik awal, yakni tentang pengabdian masyarakat (pengmas). Karena saya mahasiswi, saya akan membahas pengabdian ma...

Sekelumit Kisah Konflik

I should've continued watching a movie titled Flatliners, but I was too scared LOL. Let's wait 'till the sun rises tomorrow. Lalu, apa yang akan saya lakukan sekarang? Hmmm, simak aja deh. Tahun ini, kurang dari 6 bulan lagi, saya akan menginjak usia 20 tahun. Memasuki masa kepala dua mungkin tak dapat lagi dimaklumi sebagai remaja. Saya seharusnya menjadi panutan, terutama bagi kedua adik saya. Nyatanya? I am not enough. Never be enough, actually. Ya karena hidup terus berkembang layaknya zaman. Sudah hampir seperlima abad saya jalani, perjuangkan kalau bahasa dramatisnya. 20 tahun bukan tahun yang singkat, banyak pengalaman yang seharusnya berharga untuk diceritakan. Ya, seharusnya. Sayangnya, tidak ada. I forget most of my experiences in my life, huh. Saya pun tidak tahu alasannya, apakah saya setidak peduli itu atau kemampuan otak saya yang minim. But, let's just blame myself for being kinda ignorant instead of insulting God's creation (read: my brain and its ...

Tahun Baru

Entah. Tahun baru bagiku, Tak dapat dikatakan kelabu, Tak juga sendu. Ku hanya rindu. Rindu dengan diriku, dirimu Dengan segala rasa yang berlalu. Hai, apa kabarmu? Ku harap bahagiamu tak semu Bak bahagiaku. Karena ketiadaanmu.

Maaf

Maaf. Maaf telah membiarkan keusangan terjadi. Maaf telah menumbuhkan benang putih yang sesungguhnya aku pun tak mengharapkannya ada. Begitu banyak kisah yang ingin kusampaikan, sebetulnya. Begitu banyak rasa yang selama ini hanya terpendam, atau terungkap sekilas dalam kicauan singkat. Tidak bermaksud membuatmu tergantikan. Sungguh, ingin sekali mengungkapkan segalanya. Menuliskan setiap langkah dan pelajaran-pelajaran berharga. Namun, mungkin kesungguhan itu sejatinya tak ada. Embel-embel kesibukan telah mengalahkannya. Lagi-lagi, maaf. Karena hanya sekadar mampir. Untuk meminta maaf. Semoga kesungguhan itu benar-benar ada.

wish it was a nightmare

when i got up this morning, i thought it was a nightmare i thought i was crying in a nightmare i thought my head hurt because of the nightmare, but it wasn't. it happenned. that sh*t you worried about, almost all the time, happened yesterday that sh*t made you cry, all day, already happened i wish it was a nightmare, can i?

Kisahnya

"Jangan putus semangat dulu, jangan lupa bersyukur. Banyak loh yang pengen di posisimu sekarang, tapi kamu yang dipilih Tuhan untuk melakukan ini." "Iya, emang harus bersyukur. Ingin bersyukur, tapi masih nggak ngerti kenapa aku dianggap mampu di posisi ini." "Bukan menganggap kamu mampu, tapi karena kamu akan dimampukan. Percayalah." Dia yang nyaris gila, namun setelah mendengar kata-kata itu pun mulai menuju ke interval kenormalannya. "Kan, udah dibilang kalau cobaan nggak akan diberikan lebih dari kemampuanmu." Dia yang nyaris gila, namun setelah mendengar kata-kata itu pun mulai berada pada interval kenormalannya. Bagaimana tidak gila, kesehariannya berpikir, atau bahasa bekennya overthinking . Dulu, sewaktu hidupnya masih terbilang mulus saja harinya dipenuhi dengan kecemasan dan ketakutan. Lebih lagi saat ini, jalan yang ia tempuh tidak lagi di jalur nyamannya. Tantangan-tantangan yang sejak lampau ia takutkan mulai men...

Pengingat

Seseorang pernah menasihati pada adik perempuannya yang apabila dituangkan ke dalam tulisan menjadi sebuah paragraf panjang. Ada suatu kalimat yang mengena dari kakak, tak pernah absen terngiang di benak sang adik, "Ya sudah aku terima aja mungkin emang jalanku di sini, entah bakal jadi pembelajaran atau keberhasilan". Sejak saat itu, sang adik mulai berpikir bahwa ia tidaklah seorang diri. Banyak orang di luar sana, bahkan di dekatnya, mengalami atau akan mengalami kegagalan. Kegagalan itu manusiawi. Kegagalan adalah kewajaran. Kegagalan adalah... entahlah, sang adik belum bisa mendeskripsikannya. Poin yang ia ketahui hanyalah kegagalan dan kebangkitan adalah fase hidup. Fase yang mau tidak mau, suka tidak suka harus dilewati.  Aku mengatakannya di sini dengan tujuan membuat tulisan ini menjadi pengingatku. Pengingatku apabila kelak segala perasaan dan pikiran buruk menghantui lagi. Memang tidak ada jaminan hal menakutkan itu akan segera pergi, tapi setidaknya... ...